Khutbah

Khutbah Jum’at; Pentingnya pendidikan orang tua bagi anak

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ اْلعِلْمَ وَاْلعَمَلَ بِهِ مِنْ اَرْفَعِ الدَّرَجَا تِ وَاَهَمِّ اْلمُهِمَّاتِ . وَفَضَّلَ مَنْ عَمِلَ بِهِ بِالْخَيْرَاتِ. اَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدًا يَمْلاَءُ اْلكاَ ئِنَاتِ. وَبَلَّغَهُ اِلَى اَقْصَى الْغَايَاتِ بِالنَّجَاحَاتِ. وَهَدَاهُ اِلَى اْلاَعْمَالِ الصَّالِحَاتِ. وَاَشْكُرُهُ عَلىَ سَوَابِغِ نِعَمِهِ اْلمُتَوَاتِرَاتِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً مُبَرَّاءَةً مِنَ الشِّرْكِ وَالتَّوَهُّمَاتِ. وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ السَّادَاتِ وَاْلهَادِيْ اِلىَ الطُّرُقِ اْلخَيْرَاتِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَاَصْحَابِهِ اُولِى اْلفَضَائِلِ وَاْلَكرَمَاتِ. اَمَّا بَعْدُ.

فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ وَاَطِيْعُوهُ لَعَلّكُمْ تُرْحَمُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ اْلكَرِيْمِ. اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ. ( التحريم :6)

Jama`ah sholat Jum`at yang berbahagia.

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadiat Allah SWT yang telah memberikan berbagai nikmat, terutama nikmat iman, islam, ihsan serta kesehatan, sehingga pada kesempatan ini kita dapat melaksanakan sholat jumat, semoga ibadah sholat jumat kita diterima oleh Allah SWT. Amin ya rabbal alamin.

Salawat dan salam semoga senantiasa dilimpahcurhakan kepada baginada alam, nabi besar, Muhammad SAW, yang telah mendidik ummatnya melalui proses pendidikan ketauladanan. Pun pula semoga salawat serta salam sampai kepada keluarganya, sahabatnya, tabiin tabiittabiin, hingga ummatnya. Amin ya rabbal alamin.

Selanjutnya marilah kita selalu bertaqwa kepada dengan senantiasa menta`ati semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Sungguh  berbahagia orang-orang yang selalu bertaqwa karena taqwa adalah bekal hidup yang hakiki untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat nanti.

Jama`ah sholat jum`at yang berbahagia.

Jumat ini masih berada di bulam Mei.  Di bulan Mei, ada dua hari raya nasional yang senantiasa diperingati bangsa Indonesia yaitu hari pendidikan nasional dan hari kebangkitan nasional.

Berbicara pendidikan, bagi umat Islam khususnya, umumnya bagi semua manusia, merupakan prioritas utama. Pendidikan adalah perkara besar yang harus benar-benar diperhatikan, bahkan pendidikan merupakan amanat Allah yang harus dilaksanakan oleh  setiap orang tua kepada anak-anaknya. Orang tua tidak boleh lalai sedikitpun terhadap pendidikan  anak-anaknya, karena anak adalah calon generasi muda yang bakal mengganti kedudukan orang tua. Bila anak-anak kita ini semuanya bodoh terutama dalam masalah agama, jangan berharap negara dan agama Islam bisa berkembang lebih pesat dan kuat dari sebelumnya.

Anak-anak kita adalah buah hati kita, sebagai tumpuan harapan dikelak kemudian harinya. Kalau anak-anak itu terlantar tidak terdidik, bagaimana jadinya bangsa dan negara Indonesia. Kita sebagai orang tua yang akan merugi, bahkan lebih dari itu, agama Islam akan semakin pudar dan negara kita tercinta ini akan diinjak-injak oleh orang-orang yang tidak senang terhadap Islam.

Baca Juga  Khutbah Jum'at: Keutamaan Ibadah pada bulan Rajab

Jama`ah sholat jum`at rahimakumullah.

Begitu pentingnya masalah pendidikan anak, maka Rasulullah SAW. bersabda :

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ  حَتَّى يُعَرِّبَ عَنْهُ لِسَا نُهُ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ(رواه الطبراني والبيهقى)

Artinya : Semua anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah (kejadian asal pertamanya adalah Islam ), sehingga   lisannya bisa berbicara. Adapun kedua orang tuanya itulah yang menyebabkan anak tadi menjadi yahudi, atau nasrani, atau menjadi majusi.(HR.Thabrani dan Baihaqi).

Bila kita perhatikan hadis di atas, maka menjadi jelas bahwa orang tua mempunyai tugas berat di dalam membentuk kepribadian anak. Anak akan tumbuh menjadi orang yang shalih, berbudi luhur, cerdas dan terampil jika orang tua benar-benar memperhatikan pendidikan anaknya. Sebaliknya anak bisa tumbuh menjadi orang sesat, berakhlak jahat, bodoh dan tak bertanggung jawab jika orang tua tidak memperhatikan pendidikan anaknya.

Jama`ah sholat Jum`at rahimakumullah.

Menurut Imam Ghazali, anak merupakan suatu amanat dari Allah yang dibebankan kepada orang tua atau walinya. Hatinya yang masih suci itu bagaikan mutiara yang indah dan mahal harganya. jika anak itu sejak kecil telah dididik dan dibiasakan kepada kebaikan, sudah pasti dia akan tumbuh dengan baik, sehingga pada akhirnya dia termasuk golongan orang-orang yang suka berbuat kebaikan. Bahkan kedua orang tuanya dan setiap guru yang mendidiknya memperoleh pahala juga. Sebaliknya jika anak itu selalu  dididik dan dibiasakan kepada keburukan, dibiarkan saja tanpa diberi pengertian tentang kebaikan, niscaya pada akhirnya dia akan menjadi orang yang celaka, demikian pula kedua orang tuanya bakal menanggung dosanya yang tidak kecil.

Jama`ah sholat Jum`at rahimakumullah.

Terkait dengan pendidikan, marilah kita renungkan   salah satu firman Allah SWT sebagai berikut :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ. ( التحريم :6)

Artinya :  Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar yang keras yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.( At Tahrim ayat :6) 

Pada ayat tersebut, Allah telah mengingatkan kepada  kita, agar orang tua mengarahkan anak-anak dan keluarganya menjauhi dari perbuatan-perbuatan yang melanggar ketentuan Allah. Jangan sampai kita lengah karena kesibukan, sebab kalau kita analisa kesibukan tidak akan kunjung padam, pekerjaan senantiasa patah-tumbuh hilang berganti, sehingga menyita waktu kita untuk bertemu dengan anak anak dan keluarga untuk berinteraksi dengan mereka, Kapan kita akan mendidik anak agar mereka menjadi patuh dan senantiasa berbuat sopan santun terhadap orang tua. Sehingga orang tua benar–benar dianggap orang tua dan sekaligus sebagai gurunya.

Baca Juga  Khutbah Idul Adha : Nilai Kepribadian dalam Ibadah Haji dan Qurban

Pada hakekatnya pendidikan anak adalah tanggung jawab orang tua, bukan  tanggung jawab guru semata. Guru hanya di suatu lembaga pendidikan yang membantu kita dalam mendidik anak-anak kita.

Jama`ah sholat jum`at rahimakumullah.

Allah menegaskan kepada kita dalam firman-Nya agar senantiasa tidak meninggalkan generasi dalam keadaan lemah iman dan pengetahuan dibelakang hari. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an ;

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا

Artinya:  Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (An-Nisa` ayat:9) 

Pada ayat tersebut menjelaskan kepada kita sebagai orang tua, agar takut bilamana meninggalkan dibelakang kita keturunan yang lemah, menghadapi masa depannya yang suram apalagi lemah imannya. Inilah yang patut menjadi perhatian kita semua tanpa terkecuali. Lemah iman jelas akan diombang ambingkan oleh zaman, apalagi pengaruh budaya asing yang terus gencar-gencarnya berputar disekitar kita. Bilamana tidak ada filter iman dan taqwa, segala macam godaan dan cobaan akan melindas dan menyesatkan dari jalan kebenaran. Disamping itu Allah berfirman dalam Surat Thoha ayat 132 :

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا … الاية

Artinya :  Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan sholat dan bersabarlah kamu dalam  mengerjakannya.

Jelaslah bahwa pendidikan tidak hanya pada lembaga formal saja, namun pendidikan nonformal dan informal juga sangat penting seperti mengajak sholat berjamaah dan diajari sopan santun amatlah penting. Disamping mendidik anak agar tidak bodoh, juga ajarkan anak agar bisa mengenal Allah.

Sebaliknya orang tua yang acuh tak acuh, tidak memberikan pendidikan agama kepada anaknya, sehingga orang tua tersebut mati dengan meninggalkan anak/keturunan dalam keadaan bodoh, maka dia akan berdosa dan ikut menanggung dosa atas perbuatan anaknya.

        Sebagaimana sabda rasulullah SAW:

منْ تَرَكَ وَلَدَهُ جَاهِلًا كَانَ كُلُّ ذَنْبٍ عَمِلَهُ عَلَيْهِ

Artinya:  Barangsiapa yang meninggalkan anaknya dalam keadaan bodoh, maka setiap perbuatan dosa anaknya itu, orang tua ikut bertanggung jawab juga.

Jama`ah sholat jum`at rahimakumullah.

Untuk mendapatkan keturunan yang shalih ada beberapa hal yang kita laksanakan:

Pertama, anak kita kenalkan Allah dan Rosul-Nya, juga dididik membaca Al –Qur’an, budi pekerti, terampil dan diberi nama yang baik. Kedua, kita harus mendidik diri kita sendiri untuk senantiasa berbuat baik, berkata yang benar dan berprasangka yang baik atau husnudzon terhadap siapa saja.

Ketiga, harus selalu dekat dengan anak karena anak sangat memerlukan tegur sapa kecintaan seorang bapak dan belaian kasih sayang seorang ibu, perkembangan atau pertumbuhan jiwa, kepribadian seorang anak sangat terpengaruh dengan apa yang dilihat dan apa yang didengar, maka siapa yang didekatnyalah yang sangat dominan dalam mempengaruhi perkembangan jiwa dan watak anak.

Baca Juga  Khutbah Jum'at; Keutamaan Bulan Dzulqa'dah

Keempat, dalam kita mencari rizki atau nafkah untuk memenuhi kebutuhan anak istri haruslah selektif, yang halal, karena perkembangan watak anak pun juga dapat dipengaruhi oleh apa yang dimakan.

Dan kelima, bimibingan anak sejak dini untuk mengenal Allah SWT. kenalkan   berbagai amalian TQN Pontren Suryalaya sejak dini kepada anak, karena ini bagian dari upaya mengamalkan, mengamankan, serta melestarikan TQN Pontren Suryalaya.

 Jama`ah sholat Jum`at yang berbahagia.

Pendidikan bukan saja merupakan kewajiban manusia, akan tetapi juga kebutuhan manusia. Dengan pendidikan agama yang dibarengi pendidikan umum Insya Allah akan meningkatkan kemampuan fikir dan dzikir, siap mengatasi berbagai macam rintangan dan godaan, siap mengantar masa depan yang lebih baik, mampu mengabdi kepada Nusa, Bangsa dan Agama dalam naungan ridho Allah SWT.

Demikian khutbah yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan ada manfa`atnya, dan semoga Allah SWT selalu membimbing kita agar mampu mendidikan anak keturunan kita menjadi manusia-manusia yang kuat iman, ilmu, dan amalnya.

بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ فِى اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، اِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمُ.  وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ. وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ . وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِرَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. ر بَّنَا أَنزِلْنِى مُنزَلًۭا مُّبَارَكًۭا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْمُنزِلِينَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Nana Suryana; Ketua I LDTQN Pontren Suryalaya / Khotib Masjid Nurul Asror

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button