Wejangan

Amaliah di malam Nisfu Sya’ban

Kuliah Subuh Pangersa Abah Anom tahun 1404 H.

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Para hadirin, Jama’ah Shubuh yang mulia.

Semoga amaliah yang kita lakukan, khususnya ibadah sholat shubuh dan semua amaliah yang selalu kita amalkan diterima oleh Allah Swt. Amiin.

Alhamdulillah, berkat kasih sayang Allah Swt. saat ini kita bisa hadir di tempat yang mulia ini, tiada lain semoga selamanya kita selalu ada dalam naungan-Nya serta selalu ada dalam Ridlo-Nya dari dunia hingga akhirat kelak.

Saat ini kita sudah memasuki bulan Sya’ban, yang tentunya sebentar lagi kita akan masuk di bulan Ramadhan. Sementara itu, di bulan Sya’ban ini bagi kita pengamal tarekat terdapat satu ibadah yang istimewa. Tiada lain yaitu sholat sunat Nisfu Sya’ban yang banyaknya seratus raka’at. Bagi sebagian ikhwan mungkin ini menjadi hal biasa karena setiap tahun dilakukan, namun tentunya ada juga sebagian ikhwan yang tahun ini mungkn baru pertama kali akan melaksanakan. Semoga diberi kesabaran untuk bisa melakukan pekerjaan Rasulullah Saw ini.

Bagi siapa saja yang akan melaksanakan sholat sunat ini, jangan pernah merasa berat, jangan banyak berfikir bagaimana nanti pas melaksanakannya. Sebab dalam pelaksanaanya sama saja dengan sholat yang lain, hanya jumlahnya saja yang berbeda, yaitu seratus raka’at. Bagi kita jangan pernah sekali-kali merasa berat untuk melaksanakan ibadah. Kalau kita hitung, nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita, tentu tidak akan sebanding dengan ibadah kita kepada-Nya. Coba kita menghitung nafas kita selama setahun, gerak gerik kita, apapun yang kita makan, semuanya tidak akan terhitung. Sementara sholat ini hanya seratus raka’at, masih bisa dihitung.

Bila dikerjakan, sholat seratus raka’at ini paling hanya menghabiskan waktu empat jam. Bayangkan, dalam kurun waktu setahun, hanya untuk meluangkan empat jam saja, masa masih harus berfikir?. Mari kita berbesar hati, ini ibadah. Sebab yang akan kita bawa ke akhirat ini tiada lain selain ibadah. Insya Allah, setelah nanti kita melaksanakan sholat ini, Allah akan mengirimkan ketenangan pada diri kita, tidak akan merasa keberatan. Insya Allah tidak akan merasakan hal buruk lainnya. Semoga kita diberikan kebesaran hati untuk belajar ibadah.

Baca Juga  Kuliah Subuh Pangersa Abah Anom bulan Syawal 1411 H.

Firman Allah dalam Al-Qur’an :

وَلِكُلٍّ دَرَجَتٌ مِمَّاعَمِلُوْا

Bagi setiap manusia, yang akan mendapatkan derajat. Baik itu di dunia ataupun di akhirat, tergantung amal perbuatannya, bukan karena banyak bicara atau pintar bicara, tetapi tergantung pada melakukan amaliah nya. Kalo sudah dilaksanakan, ada yang bisa dilihat. Sebaliknya, walaupun kita bisa, mengerti terhadap segala sesuatunya, tetapi tidak kita laksanakan, maka tong kosong. Oleh karena itu, kita harus bersungguh-sungguh dalam melakukan perbuatan baik.

Firman Allah Swt.;

وَمَارَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّايَعْمَلُوْنَ

Gusti Allah tidak pernah lupa, tidak pernah melupakan amal perbuatan seluruh manusia. Mari kita jalani, siapa tahu ditahun pertama berat, tahun kedua mulai ringan, sehingga nanti malah menjadi kebiasaan.

Jadi, kita akan melaksanakan amalan yang besar. Bahkan menurut para ulama, bahwa pada malam pertengahan Sya’ban ini, buku amal perbuatan kita akan ditutup. Jadi amal kita selama setahun kebelakang, yang baik ataupun yang buruk akan ditutup dimalam tersebut. Itulah mengapa kita harus menjerit kepada Allah agar buku kita baik.

Mengenai balasan bagi orang-orang yang melaksanakan sholat Nisfu Sya’ban, Nabi Saw., mengatakan bahwa balasan paling ringan kepada mereka adalah akan mendapatkan ampunan dari Allah Swt. Inilah momentum bagi kita untuk bermunajat kepada Allah agar semua dosa-dosa kita setahun kebelakang di ampuni oleh Allah Swt. Selain itu kita berharap agar amalan buruk kita mampu diubah menjadi amalan baik dihadapan Allah Swt. Amiin.

Kalimat yang selalu kita ucapkan ini adalah kalimat Thoyyibah, kalimat yang bagus. Oleh karena itu, mari kita jaga bersama-sama. Kalimatnya pendek, “LAA  ILLAAHA ILLALLAH” hanya itu dari dulu juga. Tetapi menjaganya susah sekali. Masya Allooh.

Insya Allah kalau kita sudah terbiasa mengucapkannya, karena kalau sudah sering kita ucapkan maka akan timbul perasaan nikmat di dunia dan tentunya akan berguna di akhirat.

Baca Juga  Kuliah Shubuh Pangersa Abah Anom; 11 Sya'ban 1404 H.

Oleh karena itu, mengucapkan dzikir ini bukan hanya sekedar banyak atau sedikitnya, tetapi bobotnya. Kita lakukan 165 kali sampai bisa menembus rasa, sambil memperlihatkan prilaku kita yang baik kepada orang lain. Semoga kita menjadi manusia-manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Amiin Yaa Robbal ‘alamiin.

Wabillait Taufiq Walhidayah.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button