Cakrawala TasawufKisah

”Tuhya ( Dimana butuh Aya)”

Waktu yang menghimpit kehidupan menjadikan seseorang mampu melakukan apapun yang kadangkala awalnya mustahil, sehingga mampu lebih berani dan bersemangat agar mampu keluar dari himpitannya.

Begitu juga Bang Aay yang sudah buntu mencari solusi ekonomi waktu itu, memberanikan diri pergi ke Pangersa Abah Anom dengan tujuan untuk meminta nasihat dan solusi ekonomi sehari-harinya.

Pangersa Abah, apa yang harus saya kerjakan?”.

Kemudian Pangersa Abah Anom menjawab “Tuhya we urang mah euy, dimana butuh aya.” Nasehat itulah yang didengar langsung dari Pangersa Abah.

Lalu Pangersa Abah-pun melanjutkan : “teu boga sawah ge asal boga pare, teu boga pare ge asal boga beas, teu boga beas oge asal dahar, teu dahar oge asal wareg. Da diajar zikir mah Pangeran oge tanggung jawab jeung nyatu nyatuna “. (tidak punya sawah juga asal punya padi, tidak punya padi juga asal punya beras, tidak punya beras juga asal makan, tidak makan juga asal kenyang. Ketika kita belajar zikir, pasti Allah bertanggung-jawab dengan makannya).

Dalam salah satu ayat Al-Qura’an disebutkan :“ fadkurunii adkurkum “ yang artinya: “apabila kamu ingat kepada-Ku, pasti Akupun ingat kepadamu“.

Jelas ini jaminan Allah bahwa semua rezeki manusia di bumi telah diatur oleh Allah. Tinggal bagaimana niat manusia tersebut dan sampai dimana manusia mampu mengingat Allah (zikrullah). Bahkan dalam ayat lain disebutkan: “barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan solusi dan diberikannya rijki dari arah yang tidak disangka-sangka”.

Ketika seseorang benar-benar taqwa dan sering ingat kepada Allah, pasti Allah menjaminnya (Tuhya: jika butuh ada): pas butuh untuk menyekolahkan anak, ada. Butuh untuk membeli kendaraan, ada pada waktunya. Butuh untuk membuat rumah, ada. Ingin naik haji, ada.

Baca Juga  Dahsyatnya bulan Dzulqo'dah

Pangersa Abah pernah mengatakan: “diajar zikir mah moal hese nyatu” (belajar zikir itu tidak akan susah makan”.

Selain kehidupannya dicukupi oleh Allah, orang-orang yang senantiasa berzikir kepada Allah akan tenang dan bahagia hidupnya. Allah berfirman yang artinya: “Wahai orang yang beriman berzikirlah kepada Allah dan ingatlah dengan zikir kepada Allah hati menjadi tenang”.

Dalam ayat lain Allah berfirman: “Berzikirlah kamu sebagaimana yang diterangkan, mudah-mudahan kamu masuk orang-orang yang taqwa” (al-Baqarah: 63) .

(Sumber Bang Aay oleh Agus SB).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button