Khutbah

Khutbah Idul Adha : Nilai Kepribadian dalam Ibadah Haji dan Qurban

Khutbah I

ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู. ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู. ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู. ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู’ ูƒูŽุจููŠู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ูƒูŽุซููŠู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุจููƒู’ุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽุฃูŽุตููŠู’ู„ุงู‹ุŒ ู„ูŽุงุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ูุŒ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽ ูˆูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ูˆูŽู†ูŽุตูŽุฑูŽ ุนูŽุจู’ุฏูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุนูŽุฒูŽู‘ ุฌูู†ู’ุฏูŽู‡ู ูˆูŽู‡ูŽุฒูŽู…ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุญู’ุฒูŽุงุจูŽ ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ูุŒ ู„ุงูŽุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูˆูŽู„ู„ู‡ู ุงู’ู„ุญูŽู…ู’ุฏู. ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ููŽุถูŽู‘ู„ูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽ ุฐูู‰ ุงู„ู’ุญูุฌูŽู‘ุฉู ุจูุชูŽุถู’ุนููŠู’ูู ุฃูุฌููˆู’ุฑู ุงู’ู„ุนูุจุงูŽุฏูŽุงุชู. ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ู…ูู†ู’ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุดูุฑูŽุงุกู ุงู„ู’ุฃูุถู’ุญููŠูŽู‘ุฉู ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุจููƒูู„ูู‘ ุฎูŽุทู’ูˆูŽุฉู ุนูŽุดู’ุฑู ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชู ูˆูŽู…ูุญููŠูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุนูŽุดู’ุฑู ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุงุชู. ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‘ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู…ููˆู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ู…ูุนู’ุฏูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽุฎู’ู„ููˆู’ู‚ูŽุงุชู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุงูŽู†ูŽู‘ ุณูŽูŠูู‘ุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ุฑูŽุบูŽู‘ุจูŽ ุฃูู…ูŽู‘ุชูŽู‡ู ููู‰ ุงู„ู’ุฃูุถู’ุญููŠูŽู‘ุฉู ูˆูŽ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุงู„ุตูŽู‘ุงู„ูุญุงูŽุชู. ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ููŽุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽ ุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ุณูŽูŠูู‘ุฏู ุงู„ุณูŽู‘ุงุฏูŽุงุชู ูˆูŽุนูŽู„ู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ู…ุงูŽ ุงุฎู’ุชูŽู„ูŽููŽุชู ุงู„ู’ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ูˆูŽ ุงู„ุณูŽู‘ุงุนุงูŽุชู. ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏู. ููŽูŠูŽุงุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงูุชูŽู‘ู‚ููˆุงุงู„ู„ู‡ูŽ ุญูŽู‚ูŽู‘ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽุชูŽู…ููˆู’ุชูู†ูŽู‘ ุงูู„ุงูŽู‘ ูˆูŽุงูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู’ู†. ุงู„ุนุธูŠู… ุฃุนูˆุฐ ุจุงู„ู„ู‡ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูŠู… ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…. ูˆูŽู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุญูุฌูู‘ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู ู…ูŽู†ู ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุณูŽุจููŠู„ู‹ุง ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽููŽุฑูŽ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุบูŽู†ููŠูŒู‘ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ.

Kaum mulsimin dan muslimat, jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah,

            Di antara lima rukun Islam, haji merupakan ibadah yang tergolong โ€œmewah dan beratโ€. Bukan hanya karena membutuhkan ongkos yang mahal bagi kebanyakan orang, tapi juga pelaksanaannya memakan waktu dan energi yang cukup banyak. Kesadaran akan keterpanggilan pun sangat menentukan. Betapa banyak orang kaya raya yang tak berangkat haji. Sebaliknya, betapa sering kita mendengar orang dengan ekonomi pas-pasan mampu menunaikan haji. Karena itu, tak heran bila haji adalah rukun yang paling jarang dipenuhi dibanding empat rukun lainnya, entah karena sengaja atau karena ada uzur syarโ€™i. Keramaian tentang ibadah haji biasanya sudah mulai kita dengar pada bulan Syawal dan Dzulqaโ€™dah berlanjut kemudian Dzulhijjah yang memang menjadi momentum utama pelaksanaan haji.

            Dzulhijjah secara bahasa berarti bulan haji. Memasuki bulan ke-10 atau ke-11 orang-orang sudah disibukkan dengan tradisi walimatus safar atau syukuran menjelang keberangkatan haji. Media-media pun telah ramai memberitakan berbagai persiapan dan aktivitas di Tanah Suci. Mari kita doakan kepada saudara-saudara kita yang sedang menempuh perjalanan mulia ini, semoga senantiasa mendapat bimbingan dari Allah dan menghasilkan haji yang mabrur.

            Di tengah hiruk pikuk orang berangkat haji itulah, orang-orang yang belum mendapat anugerah berangkat haji terpacu lagi gairahnya untuk bisa menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Semangat mereka seolah dipompa kembali, angan-angan agar bisa mengenakan pakaian ihram dan mengitari Kaโ€™bah hidup lagi. Sebuah mimpi dan kehendak yang amat wajar.

ู…ูŽุง ุนูŽู…ูู„ูŽ ุงูุจู’ู†ู ุงูŽุฏูŽู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุญู’ุฑู ุนูŽู…ูŽู„ู‹ุง ุงูŽุญูŽุจูŽู‘ ุงูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู’ ุงูุฑูŽุงููŽุฉู ุฏูŽู…ู ูˆูŽุงูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽูŠูŽุฃู’ุชููŠู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุจูู‚ูุฑููˆู’ู†ูู‡ูŽุง ูˆูŽุงุธู’ููŽุงุฑูู‡ูŽุง ูˆูŽุงูŽุดู’ุนูŽุงุฑูู‡ูŽุง

  โ€œSeseorang tidak beramal pada hari raya Idul Adha dengan amal yang lebih dicintai oleh Allah daripada mengalirkan darah hewan qurban. Sesungguhnya pada hari kiamat ia akan membawa tanduk, kuku, dan bulu hewan yang ia sembelih.โ€ (HR Ibnu Majah)

ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑ ุŒุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ูˆูŽู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู

Kaum mulsimin dan muslimat, jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah,

            Setidaknya ada empat kepribadian bagi seseorang yang menjalankan ibadah haji dan qurban:  

Pertama, kepribadian tauhidi. Ibadah haji dan qurban sama-sama memenuhi panggilan Allah subhanahu wataโ€™ala. Ibadah yang penuh kepatuhan dan ketundukan terhadap Sang Khaliq. Hal ini tercermin dalam lafal talbiyah yang lazim dikumandangkan pelaksana ibadah haji:

  ู„ูŽุจูŽู‘ูŠู’ูƒูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ู„ูŽุจูŽู‘ูŠู’ูƒูŽุŒ ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽูƒูŽ ู„ูŽุจูŽู‘ูŠู’ูƒูŽุŒ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูŽ ูˆูŽุงู„ู†ูู‘ุนู’ู…ูŽุฉูŽ ู„ูŽูƒูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒูŽ ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽูƒูŽ

Artinya, โ€œAku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan segala kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.โ€Begitupula ibadah qurban, menelaah dari sejarahnya, Nabi Ibrahim menunjukkan keimanan dan ketundukan yang sebenar-benarnya. Ketika anak yang paling disayang harus disembelih atas perintah Allah.

Kedua, kepribadian mujahid (pejuang). Ibadah haji maupun qurban merupakan ibadah yang membutuhkan kesungguhan dalam menjalankannya. Keduanya diperlukan biaya yang tidak sedikit. Bukan hanya materi, ibadah haji dilaksanakan penuh perjuangan baik secara fisik maupun psikis: meninggalkan keluarga, tanah air, jabatan, status, mengekang hawa nafsu dan sebagainya. Begitupula ibadah qurban, binatang yang disembelih biasanya dipilihkan binatang terbaik. Setelah disembelih harus dikuliti, dibersihkan, dipotong-potong dan membagikannya kepada yang berhak. Hal ini tidak mungkin bisa terlaksana manakala tidak didasari tekat yang kuat dan penuh perjuangan

Ketiga, kepribadian syakirin (orang-orang bersyukur). Islam tidak mengenal paksaan dalam beribadah. Sebagai contoh dalam ibadah shalat, jika tidak bisa berdiri maka diperbolehkan dengan cara duduk. Jika tidak bisa duduk maka diperbolehkan berbaring, dan seterusnya hingga shalat dengan isyarat. Sama halnya perintah ibadah haji, kewajiban menjalankannya adalah bagi orang Islam yang mampu. 

 ูˆูŽู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุญูุฌูู‘ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู ู…ูŽู†ู ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุณูŽุจููŠู„ุง ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽููŽุฑูŽ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุบูŽู†ููŠูŒู‘ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ (ูฉูง(

โ€œ….mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha-Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS Ali Imran3: 97).  

Pada ayat tersebut terdapat kata ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽ yang artinya โ€œsanggup/mampuโ€. Hal ini menunjukkan betapa beruntungnya orang-orang yang mendapat kesempatan berangkat haji ke Baitullah. Dia adalah satu di antara sekian juta orang yang bisa menjalankan ibadah haji. Oleh karenanya patut disyukuri atas nikmat yang telah Allah berikan kepadanya.   Ibadah qurban pun demikian adanya, untuk bisa mendapatkan binatang qurban membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi di zaman sekarang ini. Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur, Allah telah menganugerahkan nikmatnya melimpah ruah, bahkan tidak akan mungkin dapat menghitungnya.

ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑ ุŒุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ูˆูŽู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู

Kaum mulsimin dan muslimat, jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah,

Keempat, kepribadian ijtimaโ€™i (sosial). Ibadah haji dilaksanakan bersama oleh seluruh umat islam dari berbagai penjuru dunia. Kehadiran mereka menjadikannya saling mengenal, mengasihi, dan menyayangi. Tidak ada lagi perbedaan, baik bangsa, etnis, ras, maupun bahasa, apalagi sosial dan ekonomi (Jamal El-Zaky, Mukjizat Kesehatan Ibadah, Jakarta: Zaman, hal. 406). 

Selama melaksanakan ibadah haji mereka belajar arti pentingnya sahabat, dapat saling menolong, berbagi nasihat, saling mengisi dan sebagainya. Mereka melupakan perbedaan status di tanah air. Semuanya menjadi satu rasa, satu tujuan untuk memperoleh ridha Allah. Dengan demikian kepribadian sosial akan tertanam dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.   Demikian juga ibadah qurban, secara vertikal pelaksanaannya semata-mata dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Namun secara horizontal pembagian daging kepada sesama manusia menunjukkan adanya sikap kepedulian. Ibadah qurban juga mendidik arti pengorbanan. Sudah seharusnya hidup saling menolong, melindungi yang lemah, mengangkat segala bentuk keterbelakangan, bersatu padu dalam memperoleh kemenangan dunia dan akhirat. 

 ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุฅูุฎู’ูˆูŽุฉูŒ ููŽุฃูŽุตู’ู„ูุญููˆุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฃูŽุฎูŽูˆูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุชูุฑู’ุญูŽู…ููˆู†ูŽ (ูกู (

Artinya, โ€œOrang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmatโ€ (Al-Hujarat 49: 10).

ูˆูŽุชูŽุนูŽุงูˆูŽู†ููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุจูุฑูู‘ ูˆูŽุงู„ุชูŽู‘ู‚ู’ูˆูŽู‰ ูˆูŽู„ุง ุชูŽุนูŽุงูˆูŽู†ููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฅุซู’ู…ู ูˆูŽุงู„ู’ุนูุฏู’ูˆูŽุงู†ู ูˆูŽุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุดูŽุฏููŠุฏู ุงู„ู’ุนูู‚ูŽุงุจู (ูข(

โ€œ.. Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nyaโ€ (QS Al-Maidah 5: 2).

ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ู„ูŠ ูˆู„ูƒู… ูู‰ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุงู„ุนุธูŠู… ูˆู†ูุนู†ู‰ ูˆุฅูŠุงูƒู… ุจูู‡ู…ู‡ ุฅู†ู‡ ู‡ูˆ ุงู„ุจุฑ ุงู„ุฑุญูŠู…

Khutbah II

ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ. ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุฅูุตู’ู„ูŽุงุญูุŒ ูˆูŽุญูŽุซูŽู‘ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุญูุŒ ูˆูŽุจูŽูŠูŽู‘ู†ูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ุณูุจูู„ูŽ ุงู„ู’ููŽู„ูŽุงุญู. ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ุณูŽูŠูู‘ุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู. ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏู: ููŽุฃููˆุตููŠูƒูู…ู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู†ูŽูู’ุณููŠ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู. ุฅู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุจูŽุฏูŽุฃูŽ ูููŠู’ู‡ู ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ูˆูŽุซูŽู†ูŽู‘ู‰ ูููŠู’ู‡ู ุจูู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุชูู‡ูุŒ ูู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰: ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุงุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ูู‘ูˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุตูŽู„ูู‘ูˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ููˆุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ู‹ุง. ูˆู‚ุงู„ูŽ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ: ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ุตูŽู„ุงูŽุฉู‹ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูู‡ูŽุง ุนูŽุดู’ุฑุงู‹. ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตู„ูู‘ ูˆุณู„ูู‘ู…ู’ ูˆุจุงุฑููƒู’ ุนู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ูˆูŽู†ูŽุจููŠูู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุงุฑู’ุถูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ุฑูŽู‘ุงุดูุฏููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽุจููŠ ุจูŽูƒู’ุฑู ูˆูŽุนูู…ูŽุฑูŽ ูˆูŽุนูุซู’ู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ููŠูู‘ุŒ ูˆุนูŽู†ู’ ุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ุตูŽู‘ุญูŽุงุจูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ููŠู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ุชูŽู‘ุงุจูุนููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ุงู„ู„ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ุงู„ู’ุงูŽุญู’ูŠุขุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู’ู„ุงูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู.ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฏููŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ ู‡ููˆูŽ ุนูุตู’ู…ูŽุฉู ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฏูู†ู’ูŠูŽุงู†ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุชููŠู’ ูููŠู’ู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽุงุดูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฃูŽุฎูุฑูŽุชูŽู†ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุชููŠู’ ูููŠู’ู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽุงุฏูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉูŽ ุฒููŠูŽุงุฏูŽุฉู‹ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠู’ ูƒูู„ูู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑู. ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ู„ูŽุง ุชูŽุฏูŽุนู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฐูŽู†ู’ุจู‹ุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ุบูŽููŽุฑู’ุชูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุฏูŽูŠู’ู†ู‹ุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ู‚ูŽุถูŽูŠู’ุชูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽุฑููŠู’ุถู‹ุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ุดูŽููŽูŠู’ุชูŽู‡ู ูˆูŽุนูŽุงูููŠูŽุชูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุญูŽุงุฌูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุญูŽูˆูŽุงุฆูุฌู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ู‚ูŽุถูŽูŠู’ุชูŽู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูŽุณูŽู‘ุฑู’ุชูŽู‡ูŽุง ู„ูŽู†ูŽุง ูŠูŽุง ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ููŠู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽุง ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ.

ุงู„ู„ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ุงู„ู’ุงูŽุญู’ูŠุขุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู’ู„ุงูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู.ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฏููŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ ู‡ููˆูŽ ุนูุตู’ู…ูŽุฉู ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฏูู†ู’ูŠูŽุงู†ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุชููŠู’ ูููŠู’ู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽุงุดูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฃูŽุฎูุฑูŽุชูŽู†ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุชููŠู’ ูููŠู’ู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽุงุฏูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉูŽ ุฒููŠูŽุงุฏูŽุฉู‹ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠู’ ูƒูู„ูู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑู. ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ู„ูŽุง ุชูŽุฏูŽุนู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฐูŽู†ู’ุจู‹ุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ุบูŽููŽุฑู’ุชูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุฏูŽูŠู’ู†ู‹ุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ู‚ูŽุถูŽูŠู’ุชูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽุฑููŠู’ุถู‹ุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ุดูŽููŽูŠู’ุชูŽู‡ู ูˆูŽุนูŽุงูููŠูŽุชูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุญูŽุงุฌูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุญูŽูˆูŽุงุฆูุฌู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ู‚ูŽุถูŽูŠู’ุชูŽู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูŽุณูŽู‘ุฑู’ุชูŽู‡ูŽุง ู„ูŽู†ูŽุง ูŠูŽุง ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ููŠู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽุง ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ. ุงู„ู„ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุฏู’ููŽุนู’ ุนูŽู†ูŽู‘ุง ุงู’ู„ุจูŽู„ุงูŽุกูŽ ูˆูŽุงู’ู„ูˆูŽุจูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ุฒูŽู‘ู„ุงูŽุฒูู„ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽุŒ ูˆูŽุณููˆู’ุกูŽ ุงู’ู„ููุชู’ู†ูŽุฉู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽุŒ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽุŒ ุนูŽู†ู’ ุจูŽู„ูŽุฏูู†ูŽุง ุงูู†ู’ุฏููˆู†ููŠู’ุณููŠูŽู‘ุง ุฎุขุตูŽู‘ุฉู‹ ูˆูŽุณูŽุงุฆูุฑู ุงู’ู„ุจูู„ู’ุฏูŽุงู†ู ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนุขู…ูŽู‘ุฉู‹ ูŠูŽุง ุฑูŽุจูŽู‘ ุงู’ู„ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ. ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุธูŽู„ูŽู…ู’ู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู†ูŽูƒููˆู’ู†ูŽู†ูŽู‘ ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุฎูŽุงุณูุฑููŠู’ู†ูŽ. ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุขุชูู†ุงูŽ ููู‰ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽููู‰ ุงู’ู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู.ุนูุจูŽุงุฏูŽุงู„ู„ู‡ูุŒ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑู ุจูุงู’ู„ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู’ู„ุงูุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠู’ุชุขุกู ุฐูู‰ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุจู‰ูŽ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ููŽุญู’ุดุขุกู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู’ู„ุจูŽุบู’ูŠู ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒูŽู‘ุฑููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู’ูƒูู…ู’ุŒ ูˆูŽุงุดู’ูƒูุฑููˆู’ู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ู†ูุนูŽู…ูู‡ู ูŠูŽุฒูุฏู’ูƒูู…ู’ุŒ ูˆูŽู„ูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู

Nyanyang D Rahmat, S. H.

(Alumni Mahasiswa Fakultas Syariah IAILM Suryalaya)

Related Articles

Back to top button