Milad ke-40 IAILM Suryalaya, Ketum YSB Tegaskan Komitmen Perkuat Kampus Berbasis Nilai Pesantren
Memasuki usia ke-40, Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya didorong untuk terus melakukan penguatan kelembagaan dan meningkatkan kualitas pendidikan tanpa kehilangan jati dirinya sebagai perguruan tinggi yang tumbuh dari lingkungan pesantren.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya, Drs. H. Denny H. Gandasapoetra, MM., dalam sambutannya pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka Milad ke-40 IAILM Suryalaya, Sabtu, 5 September 2026, di Gedung Sukriya Bakti Kampus Latifah Mubarokiyah.
Dalam sambutannya, Denny terlebih dahulu menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh keluarga besar Yayasan Serba Bakti yang selama ini memberikan dukungan terhadap keberadaan dan perkembangan IAILM.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para pendiri, pimpinan, dosen, staf, serta seluruh sivitas akademika yang telah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan IAILM selama empat dekade.
“Empat dekade bukanlah perjalanan yang singkat. IAILM berdiri atas amanah, pemikiran, dan amanat luhur Pangersa Abah Anom serta para pendiri IAILM,” ujarnya.
Menurutnya, perjalanan panjang tersebut merupakan bukti ketahanan dan komitmen IAILM dalam mengembangkan pendidikan yang mengintegrasikan kedalaman ilmu keislaman, keagungan akhlak, serta kemajuan sains dan teknologi berbasis ajaran Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN).
Akui Masih Banyak Kekurangan
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum YSB juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan yang masih dihadapi IAILM.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan yang belum sepenuhnya terpenuhi, mulai dari keterbatasan ruang kelas, fasilitas pendidikan, hingga akses KIP dan beasiswa bagi mahasiswa.
Namun, berbagai keterbatasan tersebut menurutnya tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bergerak.
Sebaliknya, berbagai harapan dan kebutuhan tersebut akan terus diupayakan melalui komunikasi dan ikhtiar bersama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan Kementerian Agama.
Denny juga menegaskan bahwa pengembangan IAILM merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk meneruskan amanah para pendiri dan Pangersa Abah Anom.
Milad IAILM Bertepatan dengan Milad ke-121 Suryalaya
Momentum Milad ke-40 IAILM tahun ini juga memiliki makna khusus karena bertepatan dengan Milad ke-121 Pondok Pesantren Suryalaya.
Denny menyebut Pondok Pesantren Suryalaya telah menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah keindonesiaan, kesundaan, dan keislaman.
Ketiga dimensi tersebut, menurutnya, bukan sesuatu yang harus dipertentangkan, tetapi menjadi titik temu, titik tumpu, sekaligus titik tuju dalam perjalanan Suryalaya.
Nilai agama dan kebangsaan, lanjutnya, harus terus berjalan beriringan.
Dalam konteks tersebut, IAILM sebagai lembaga pendidikan tinggi di lingkungan pesantren memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan nilai tersebut melalui pendidikan dan pengembangan keilmuan.
IAILM Harus Jadi Benteng Akhlakul Karimah
Memasuki usia ke-40, Denny menyampaikan tiga pesan penting bagi perjalanan IAILM ke depan.
Pertama, di tengah dinamika zaman dan pesatnya arus digitalisasi, IAILM harus tetap berdiri kokoh sebagai benteng akhlakul karimah.
Kecerdasan intelektual mahasiswa, menurutnya, harus senantiasa dituntun oleh kedalaman dzikir sehingga kemajuan ilmu pengetahuan tidak tercerabut dari nilai spiritual.
Kedua, IAILM dituntut terus meningkatkan mutu tata kelola, kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja.
Namun, proses modernisasi tersebut harus tetap mempertahankan jati diri IAILM sebagai perguruan tinggi yang berakar pada pesantren.
Ketiga, Yayasan Serba Bakti menyatakan komitmennya untuk terus memberikan dukungan terhadap akselerasi sarana, prasarana, dan penguatan kelembagaan IAILM.
Langkah tersebut diarahkan agar IAILM dapat terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang semakin unggul dan memiliki daya saing global.
Terus Jaga Niat dan Perkuat Khidmah
Menutup sambutannya, Denny mengajak seluruh unsur IAILM untuk terus menjaga niat, menyatukan langkah, dan memperkuat khidmah.
Ia berharap perjalanan IAILM memasuki empat dekade dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat kontribusi kampus bagi lembaga, masyarakat, agama, bangsa, dan negara.
“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan pertolongan, keberkahan, dan meridai setiap ikhtiar kita dalam membesarkan IAILM tercinta,” ungkapnya.
Milad ke-40 IAILM Suryalaya dengan demikian tidak hanya menjadi perayaan perjalanan empat dekade, tetapi juga menjadi momentum refleksi, evaluasi, sekaligus peneguhan komitmen untuk membawa IAILM menuju masa depan yang lebih maju tanpa kehilangan akar nilai pesantren.
