Berita

Bimtek Permusyawaratan DPP LDTQN Suryalaya Perkuat Tertib Organisasi dan Kualitas Musper

Lembaga Dakwah Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah (LDTQN) Pondok Pesantren Suryalaya menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Permusyawaratan sebagai upaya memperkuat kapasitas pengurus dalam penyelenggaraan Musyawarah Perwakilan (Musper) yang tertib, demokratis, dan sesuai dengan ketentuan organisasi.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya, Jumat (25/9/2026), tersebut dibuka oleh Ketua I DPP LDTQN Pondok Pesantren Suryalaya, Drs. H. Dadi Hermawan, M.Si.

Bimtek diikuti unsur pengurus DPP LDTQN. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para pengurus agar memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme permusyawaratan dan pelaksanaan Musper di lingkungan organisasi LDTQN Suryalaya.

Ketua Divisi Organisasi, Hukum, dan Etik, Dr. Rd. Asep Hamdan Munawar, M.Si., mengatakan bahwa LDTQN Suryalaya memiliki peran strategis dalam menyebarkan, membina, dan mengembangkan amaliah TQN Suryalaya di tengah masyarakat.

“Karena itu, tata kelola organisasi yang demokratis, terstruktur, dan sesuai dengan khittah serta peraturan organisasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan misi dakwah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Musper tidak hanya dipandang sebagai agenda rutin organisasi, tetapi merupakan forum penting untuk merumuskan keputusan dan arah organisasi. Oleh sebab itu, diperlukan pemahaman yang baik mengenai regulasi, administrasi, tata tertib, mekanisme persidangan, hingga teknik pelaksanaan musyawarah.

Sementara itu, Ketua I DPP LDTQN Suryalaya, Drs. H. Dadi Hermawan, M.Si., dalam pembukaan kegiatan menekankan pentingnya kesiapan pengurus dalam memahami mekanisme permusyawaratan. Menurutnya, forum musyawarah harus dilaksanakan dengan mengedepankan ketertiban, kebersamaan, dan kepatuhan terhadap aturan organisasi.

Bimtek dirancang tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga mencakup diskusi interaktif serta simulasi atau praktik persidangan (role play). Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga berlatih menerapkannya ketika terlibat langsung dalam penyelenggaraan Musper.

Sejumlah materi yang disiapkan dalam kegiatan meliputi Urgensi dan Filosofi Musper, Tata Tertib dan Mekanisme, Simulasi Persidangan, serta Evaluasi dan Bedah Kendala. Materi mengenai tata tertib dan mekanisme disampaikan oleh Dr. Nana Suryana, S.Ag., M.Pd., Ketua II DPP LDTQN, sedangkan materi urgensi dan filosofi Musper disampaikan oleh Nana Yusep, M.Sos., Sekretaris Jenderal DPP LDTQN.

Melalui kegiatan ini, para pengurus memperkuat pemahaman mengenai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Peraturan Organisasi LDTQN Suryalaya, serta berbagai perangkat yang diperlukan dalam penyelenggaraan Musper. Selain itu, Bimtek juga membekali peserta dengan kemampuan teknis dalam mempersiapkan administrasi, kepanitiaan, tata tertib, dan perangkat persidangan.

Bimtek Permusyawaratan sekaligus menjadi momentum untuk membangun kesamaan persepsi di antara jajaran pengurus LDTQN dalam menjalankan roda organisasi. Kesamaan pemahaman tersebut penting untuk mendukung proses permusyawaratan yang tertib, efektif, dan sesuai dengan ketentuan organisasi.

Dengan demikian, Musper di lingkungan LDTQN Suryalaya tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi ruang permusyawaratan yang mampu melahirkan keputusan organisasi secara tertib, demokratis, dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar LDTQN Suryalaya untuk membangun tertib organisasi yang kokoh, profesional, dan istiqamah dalam mengemban misi dakwah Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah.

NS

Related Articles

Back to top button