Tahun Baru Islam 1448 H: Momentum Hijrah Menuju Kehidupan yang Lebih Baik
Memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah (LDTQN) Pondok Pesantren Suryalaya mengajak seluruh ikhwan, akhwat, dan umat Islam untuk menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum muhasabah serta memperkuat semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam penanggalan Hijriah. Lebih dari itu, ia menjadi pengingat akan peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, sebuah perjalanan penuh pengorbanan yang menandai lahirnya peradaban Islam yang kuat, berakhlak, dan berlandaskan tauhid.
Dalam pandangan Pangersa Abah Anom, Tahun Baru Hijriah mengandung makna hijrah yang sangat mendalam. Hijrah bukan hanya berpindah tempat secara fisik, melainkan berpindah menuju keadaan yang lebih benar, lebih baik, dan lebih diridhai Allah SWT.
“Di antara makna hijrah adalah pindah ke tempat yang benar, yang semestinya. Yang harus dipindahkan itu seutuhnya diri, jangan ada yang tersisa (buntel kadut),” demikian salah satu petuah Pangersa Abah Anom yang terus relevan sepanjang zaman.
Makna tersebut mengajarkan bahwa hijrah sejati bukanlah perubahan yang setengah-setengah. Hijrah harus menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari pola pikir, sikap, perilaku, hingga orientasi hidup. Seorang muslim dituntut untuk meninggalkan segala hal yang menjauhkan dirinya dari Allah SWT dan berusaha menempuh jalan yang membawa kepada keselamatan lahir maupun batin.
Pangersa Abah Anom juga menegaskan bahwa proses hijrah harus ditempuh dengan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Dzikir menjadi sarana untuk membersihkan hati, menenangkan jiwa, serta menghubungkan manusia dengan Sang Pencipta.
“Untuk itu harus menggunakan dzikir. Dzikir yang sudah sampai pada tempatnya sehingga nyaman (merenah), akan mendatangkan rahmat Allah SWT.”
Melalui dzikir yang istiqamah, hati akan menjadi tenang, jiwa menjadi tenteram, dan kehidupan akan dipenuhi keberkahan. Dalam kondisi demikian, seseorang akan lebih mudah menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran, kesabaran, dan rasa syukur.
Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya menjadi kesempatan bagi seluruh keluarga besar TQN Suryalaya dan umat Islam pada umumnya untuk melakukan evaluasi diri, memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks.
Semangat hijrah juga harus diwujudkan dalam upaya membangun masyarakat yang sehat, baik, harmonis, dan penuh keberkahan sebagaimana motto yang senantiasa digaungkan di lingkungan Pondok Pesantren Suryalaya:
“Cageur bageur lahir batin, ngeunah nyawa betah jasad.”
Semoga datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi awal yang baik untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amaliah, serta meneguhkan langkah dalam menapaki jalan menuju ridha Allah SWT.
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Mari berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik dengan memperkuat dzikir, memperbaiki diri, dan menebarkan kemaslahatan bagi sesama.