BeritaCakrawala Tasawuf

Pendidikan dan Kaderisasi: Menyiapkan Generasi Penerus Khidmat

Kebangkitan Jepang setelah kehancuran akibat Perang Dunia II, termasuk tragedi bom atom Hiroshima dan Nagasaki, memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya pendidikan. Pendidikan dan para pendidik menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun kembali kehidupan serta menyiapkan generasi yang mampu membawa bangsanya menuju kemajuan.

Pentingnya dunia pendidikan ini juga menjadi perhatian mendalam dari Pangersa Abah Anom. Perhatian besar tersebut tercermin dalam peringatan Hari Pendidikan Suryalaya (HARDIKSUR) serta pendirian perguruan tinggi dengan nama LATIFAH — Lembaga Tinggi Fadilah Hidup. Bagi beliau, pendidikan merupakan jalan untuk mengembangkan ilmu, membersihkan hati, membentuk akhlak mulia, serta mewujudkan manusia yang Cageur Bageur lahir dan batin.

Semangat pendidikan tersebut mendasari pentingnya kaderisasi di LDTQN Suryalaya. Kaderisasi dipandang sebagai proses pendidikan dan pembinaan yang berkesinambungan untuk menyiapkan generasi penerus yang berilmu, berakhlak, istiqamah dalam amaliah, serta siap melanjutkan khidmat.

Dalam kerangka itulah, kegiatan Upgrading LDTQN Pesantren Sarjana diselenggarakan. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar nyata untuk membekali para calon sarjana agar mampu memadukan kecakapan akademik, kedalaman ruhani, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Gelar sarjana memang menandai capaian akademik. Namun, belajar, berdzikir, memperbaiki diri, dan berkhidmat merupakan perjalanan sepanjang hayat yang harus terus dijaga dan diamalkan.

MK

Related Articles

Back to top button