Pembina LDTQN Suryalaya Tekankan Empat Pesan Penting bagi Lulusan dalam Upgrading I Pesantren Sarjana
Pembina Lembaga Dakwah Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah (LDTQN) Pondok Pesantren Suryalaya, KH. Akhmad Masykur Firdaus Arifin, S.I.Kom., menekankan pentingnya menjadikan Allah SWT sebagai tujuan utama kehidupan, menjaga istiqamah dalam berdzikir, serta mengemban tanggung jawab untuk mengamalkan dan melestarikan ajaran TQN Pondok Pesantren Suryalaya.
Pesan tersebut disampaikan dalam arahan sekaligus penutupan kegiatan Upgrading I dalam rangka Pesantren Sarjana bagi lulusan Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) dan STIE Latifah Mubarokiyah (STIELM) Tahun Akademik 2025/2026.
Dalam arahannya, beliau berharap kegiatan Pesantren Sarjana tidak hanya menjadi pembekalan bagi para lulusan dalam menyelesaikan perjalanan akademiknya, tetapi juga menjadi bekal spiritual dan moral untuk menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Ada empat pesan utama yang disampaikan kepada para lulusan sebagai pedoman dalam melanjutkan perjalanan hidup dan pengabdian setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Menjadikan Allah sebagai Tujuan Utama Kehidupan
Pesan pertama adalah menjadikan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam setiap aspek kehidupan. Beliau mengingatkan para lulusan pada doa yang menjadi asas dan tujuan TQN Pondok Pesantren Suryalaya, yaitu “Ilahi anta maqshuudi wa ridhaka mathluubi, a’thini mahabbataka wa ma’rifataka.”
Doa tersebut mengandung makna bahwa Allah menjadi tujuan utama, sedangkan keridaan-Nya merupakan sesuatu yang senantiasa dicari dan diharapkan.
Para lulusan diingatkan agar ilmu, gelar akademik, jabatan, pekerjaan, dan harta tidak menggeser tujuan utama tersebut. Sebaliknya, semua pencapaian itu hendaknya menjadi sarana untuk beribadah, memperoleh rida Allah SWT, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Sarjana Berilmu, Berakhlak, dan Istiqamah Berdzikir
Pesan kedua berkaitan dengan tanggung jawab para lulusan dalam mengamalkan ilmu dan menjaga amaliah TQN. Ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi diharapkan mampu mendorong perbaikan diri, keluarga, dan masyarakat.
Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar pula harapan agar ia memiliki ketawadhuan, akhlak mulia, dan semangat pengabdian.
Beliau juga mengingatkan agar para lulusan tidak meninggalkan dzikir yang telah ditalqinkan. Amaliah dzikir, khataman, dan manakiban hendaknya terus dijaga secara istiqamah, disertai pengamalan Tanbih, Maklumat, serta tuntunan Guru Mursyid dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, ilmu pengetahuan yang dimiliki dapat berjalan seiring dengan pembinaan hati dan akhlak, sehingga melahirkan pribadi yang cageur bageur lahir dan batin.
Menjadi Kader Pengamal, Pengaman, dan Pelestari TQN
Pesan ketiga menekankan peran lulusan sebagai kader yang turut melanjutkan perjuangan Pondok Pesantren Suryalaya di daerah masing-masing.
Tanggung jawab tersebut mencakup tiga hal utama, yakni mengamalkan TQN melalui dzikir dan amaliah sesuai tuntunan Guru Mursyid, mengamankan TQN dengan menjaga kemurnian ajaran, adab, ketertiban, dan nama baik pesantren, serta melestarikan TQN agar pengamalan dan pembinaannya dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Para lulusan juga diharapkan mampu menjadi penggerak pembinaan ikhwan di wilayah masing-masing, termasuk melalui kiprah dan pengkhidmatan bersama LDTQN Pontren Suryalaya.
Kepemimpinan, menurut pesan yang disampaikan, tidak selalu harus dimulai dari jabatan. Setiap lulusan setidaknya diharapkan mampu memimpin dirinya sendiri dan membimbing keluarga agar menjadi keluarga yang istiqamah dalam beramal serta berakhlak mulia.
Memperkuat Sinergi dan Khidmat Kelembagaan
Pesan keempat adalah pentingnya memahami dan mendukung peran berbagai organisasi serta lembaga di lingkungan Pondok Pesantren Suryalaya.
Sejumlah lembaga yang disebutkan antara lain Yayasan Serba Bakti (YSB), LDTQN, IBU BELLA, Generasi Muda Pondok Pesantren Suryalaya (GMPS), LUP, dan Pusat Kajian Tasawuf ASEAN (PKTA).
Seluruh lembaga tersebut diharapkan dapat menjalankan fungsi pengkhidmatannya masing-masing secara harmonis, saling melengkapi, menghormati kepemimpinan pesantren, serta menjaga persaudaraan dan kebersamaan.
Para lulusan pun diharapkan mengambil peran sesuai dengan kemampuan, keilmuan, dan amanah yang dimiliki. Apa pun bidang pengabdiannya, keikhlasan dalam mencari rida Allah SWT hendaknya tetap menjadi landasan utama.
Pesantren Sarjana sebagai Bekal Pengabdian
Menutup arahannya, KH. Akhmad Masykur Firdaus Arifin menyampaikan apresiasi kepada DPP LDTQN, pimpinan IAILM dan STIELM, para narasumber, panitia, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Upgrading I.
Beliau berharap ilmu dan bimbingan yang diperoleh para peserta dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan serta melanjutkan pengkhidmatan kepada agama, masyarakat, dan Pondok Pesantren Suryalaya.
Kegiatan Upgrading I dalam rangka Pesantren Sarjana bagi lulusan IAILM dan STIELM Tahun Akademik 2025/2026 kemudian secara resmi dinyatakan ditutup, disertai doa agar seluruh ikhtiar dan pengkhidmatan keluarga besar Pondok Pesantren Suryalaya senantiasa memperoleh rida dan keberkahan Allah SWT.
Melalui kegiatan ini, para lulusan diharapkan tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga memiliki keteguhan spiritual, keluhuran akhlak, dan komitmen untuk terus mengamalkan, mengamankan, serta melestarikan TQN Pondok Pesantren Suryalaya di mana pun mereka mengabdi.